Sang pasien beruntung dirawat oleh 2 perawat yang perhatian dari A hingga Z.

👁 0 Melihat

Hujan turun, malam di rumah sakit sunyi sepi. Dia terbaring di sana, sendirian di ruang VIP, hanya mengenakan jubah rumah sakit yang tipis. Rambutnya basah, kulitnya hangat karena demam, tatapannya samar membuatnya terlihat lemah sekaligus sangat menggemaskan.
Perawat pertama masuk, mengenakan gaun putih yang ketat di pinggang, kerah sedikit rendah memperlihatkan kulit putihnya dan belahan dadanya yang samar-samar. Dia tersenyum: "Kamu perlu pemeriksaan suhu tubuh dan diolesi salep, ya..."
Jari-jarinya yang ramping menyentuh lembut dahi, lalu turun ke leher, menempelkan termometer di bibirnya — sentuhan lembut itu membuatnya sedikit menggigil. Perawat kedua mengikuti, membawa mangkuk air hangat dan handuk lembut, sambil mengelap dan berbisik: "Tubuhmu terlalu panas... sepertinya perlu perawatan lebih intensif."

Mungkin Anda Suka?